Startrek into darkness 3D

Menentukan pilihan untuk menyaksikan versi 3D atau 2Dnya memang masih terasa sulit di tengah masyarakat meski pihak grup 21 sudah mempermudahnya dengan menyetarakan harga tiket masuk. Dulu tentang masalah perbedaan harga, tapi sekarang adalah masalah kualitas dari film tersebut : apakah efek 3Dnya sanggup memberikan movie experience yang luar biasa bagi para penontonnya, yang dimana tidak dapat kita peroleh dari versi regulernya (2D) sehingga kita diharuskan untuk menyaksikan film tersebut melalui kacamata hitam yang sangat mengganggu demi mendapatkan experience yang diharapkan sang sineas? Hehehe, well, post ini saya harapkan dapat semakin mempermudah kalian untuk mengambil keputusan untuk memilih 3D / 2D.

3D Technology : Dolby Digital 3D

Shot in 3D : NO
J.J Abrams sengaja tidak memfilmkan Star Trek dengan kamera 3D karena menurut beliau, teknologinya untuk saat ini masih sangat membatasi dirinya dan tim visual effects untuk berkreasi.

Brightness : 5/5

Menggunakan kacamata 3D itu ibaratnya memakai kacamata hitam ketika menonton film di bioskop, sehingga gambar di layar akan menjadi lebih gelap.

Meski merupakan hasil konversi, level brightness dalam film Star Trek Into Darkness sama sekali tidak berupaya melambungkan sub-judulnya itu sendiri. Adegan-adegan pertarungan di luar angkasa yang notabene didominasi oleh warna hitam pun masih terlihat sangat jelas.

Depth : 5/5

Depth adalah ilusi kedalaman gambar di layar yang membuat para penonton merasa tengah menyaksikan adegan – adegan film tersebut dari balik jendela raksasa atau bahkan merasa ikut terlibat dalam adegan tersebut.

Pertarungan di luar angkasa dan set-set tempat yang eksotis telah dimanfaatkan oleh J.J Abrams dan cinematographer-nya semaksimal mungkin untuk menampilkan kekuatan layer depth sepenuhnya dengan kualitas yang terus dipertahankan sampai film berakhir. Para penonton benar-benar telah dibuat terhisap masuk ke dalam aksi petualangan kru Enterprise sejak detik pertamanya dan saya cukup ragu kalau anda bisa merasakan pengalaman menonton yang sama apabila menyaksikan versi 2Dnya.

Pop Out : 3/5

Pop Out adalah ilusi gambar yang keluar dari layar. Dan biasanya efek pop – out-lah yang dinanti – nantikan para penonton awam karena unsur hiburannya ataupun karena persepsi mereka terhadap efek 3D adalah gambar keluar layar. Namun, perlu dicatat bahwa pembuatan efek pop out dalam sebuah film bisa dibilang gampang – gampang susah. Dibuat berlebihan, akan menimbulkan gimmick dan membuat film tersebut tampak murahan. Oleh karena itu, dibutuhkan kreatifitas dan perencanaan yang matang agar efek pop out yang dihasilkan tidak terkesan dipaksakan.

It’s quite a mixed bag. Jumlah adegan pop-outnya memang bisa dihitung jari, tetapi setiap kali mereka muncul, baik dalam bentuk serpihan, senjata, percikan api, debu atau sekedar efek dari lingkungan set tempatnya, efek pop-outnya terasa benar-benar dibutuhkan dan tidak pernah sekalipun dipaksakan untuk muncul. Kualitas efek pop-out yang disuguhkan Star Trek Into Darkness tetap patut diperhitungkan karena ia tampil lebih elegan, dewasa dan soft.

Health : 5/5

Tidak semua orang tahan ketika menyaksikan film 3D. Ada yang mengalami rasa pusing dan mual seusai menonton film 3D. Sebagai pecinta film dan 3D enthusiast, saya sangat bersyukur tidak dianugrahi “bakat” tersebut.

Print Friendly, PDF & Email

tugas kuliah pengantar multimedia

  1. Apa yang dimaksud dengan kompresi data?
  2. Mengapa kompresi diperlukan pada data multimedia?
  3. Ada berapa jenis kompresi data yang dapat digunakan pada tipe data multimedia?
  4. Jelaskan perbedaan antara teknik kompresi lossy dan lossless, berikan contoh yang sesuai!
  5. Jelaskan satu teknik kompresi text yang sangat sederhana, berikan contoh sebelum dan sesudah kompresi!

Penjelasan

  1. sebuah cara untuk memadatkan data sehingga hanya memerlukan ruangan yang penyimpanan lebih kecil sehingga lebih efisien dalam meyimpannya dan atau mempersingkat waktu pertukaran data tersebut
  2. kompresi data merupakan hal terpenting mengingat penanganan data terutama data digital video membutuhkan tempat penyimpanan  data yang sangat besar. Karena kompresi berfungsi untuk mereduksi/mengurangi besarnya data video. Untuk mengatur kompresi digunakan codec (compressor-decompressor) dimana program ini berfungsi untuk menganalisa video dan membuang data yang tidak diperlukan.http://agamrustiawan.blog.widyatama.ac.id/wp-admin/post.php?post=3&action=edit
  3. Ada terdapat dua jenis kompresi data , yaitu kompresi tanpa kehilangan (lossless data compression) dan kompresi berkehilangan (lossy data compression)
  4. perbedaannya terletak pada hasil proses pemadatan datanya, pada proses kompresi lossy mengakibatkan kehilangan data yang kecil masih dapat diterima. Dengan algoritma tertentu, detil berkas dipangkas supaya ukuran data dapat dikecilkan. Sedangkan pada kompresi lossless data yang dipadatkan kembali sama persis seperti semula. Tidak ada informasi yang hilang atau harus dikurangi dalam proses untuk mengurangi ukuran besar data. Algortima pemadatan jenis ini menggunakan prinsip kelebihan statistik (statistical redundacy) supaya data bisa disimpan dengan lebih ringkas. Contoh kompresi lossy berkas MP3 bisa menyimpan data lagi yang bersuara jernih, tapi juga bisa mengurangi mutu suara jika ukuran data harus dikurangi. Contoh kompresi losslessberkas gambar 256×256 berwarna polos dan tiap pixelnya berukuran 4 byte, tanpa pemadatan berkas harus disimpan berukuran 4 kali 256×256 = 262144 byte. Namun, dengan , maka data yang perlu disimpan hanyalah data satu warna tersebut dan infromasi bahwa seluruh pixel gambar memiliki satu warna yang sama.
  5. Run-Length-Encoding(RLE) kompresi data teks dilakukan jika ada beberapa huruf yang sama yang ditampilkan berturut-turut. Contoh : Data : ABCCCCCCCCDEFGGGG = 17 karakter, RLE tipe 1 (min. 4 huruf sama) : ABC!8DEFG!4 = 11 karakter

Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Kompresi_data

http://lecturer.ukdw.ac.id/anton/download/multimedia6.pdf

http://rplpare.blogspot.com/2010/05/editing-video-dengan-movie-maker.html

Print Friendly, PDF & Email